Friday, November 7, 2008
Thursday, November 6, 2008
Introducing
Desain interior adalah ilmu seni terapan dan keahlian dari cabang senirupa dengan tambahan dari keilmuan teknik bangunan. Mulanya pada abad ke 7 adalah adopsi karya tukang bangunan, pemahat, arsitek untuk bangunan-bangunan klasik gereja, pemerintah Yunani/Romawi, tidak ada tokoh yang tercatat (anonim). Gaya yang ada waktu itu masuk ke mahzab neo-klasik adalah Baroque, Rococo, Renaissance, Queen Anne, Jacobean, Victoria, King Henry VIII. Pada abad ke 18, di Amerika Serikat dan Eropa desain interior ini dirubah perkembangannya oelh para tokohnya, dan menjadi suatu keahlian industri yang disebut interior dekorator, cabang keilmuan yang menyertainya adalah fashion, seni lukis, patung, kerajinan mebelair. Perkembangan interior dekorator itu sendiri dipahami sebagai suatu budaya baru, masukan terkini, eklektikisme, sebab mereka yang bergerak dari berbagai bidang tersebut banyak mengambil ide-ide dari negara, wilayah tertentu di belahan dunia (budaya Inca, China, Melayu, Afrika) sebagai contoh Art Nouveau dan Art Deco dimana kota Paris adalah salah satu barometer fashion, pameran, arsitektur dunia Salah satu tokoh yang terkenal gaya Art Nouveau (1800-1910) adalah yang di antaranya ada seorang yang bernama Hector Guimard, Rietviled, Charles Rennie Mackintosh. Sejalan dengan abad industri, kemudian para seniman De Style (1890-1910) dari Bauhaus-lah suatu pendidikan seni(sekolah seni) yang memotori dan mulai membuat semangat baru, perubahan gaya yaitu sekitar tahu 1920-an menjadi gaya internasionalism atau modernism yang dipelopori oleh Louis Sullivan, Frank Loyd Wright, dll. Dalam perkembangannya desain interior tidak lagi dibungkus ornamen, tetapi lebih kepada kesederhanaan. Metode yang mereka anut adalah Less is more. Bahwa sesuatu yang sedikit itu adalah banyak. Mereka 'melupakan' kepenatan zaman ornamen, ada kebebasan bentuk cenderung diilhami oleh bentuk kubus, segitiga, lingkaran, bola (matematis). Kemudian beralih kepada Post Modern (ada 7 aliran: Post Revivalism, Straight Revivalism, Historism, Vernacularism, dll) seterusnya dilanjutkan kepada perubahan de-konstruksi, Minimalism, Mediteranian. kontemporer, Naturalism. Nah mulai era 80-an desain interior di Indonesia mulai diklasifikasikan dan menjadi banyak keahlian yang melingkupinya sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi bangunan, pada saat ini 2008 ketika teknologi informasi berkembang, desain interior akan mengarah pada spesialisasi, dan zamannya global warming dimana alam dan lingkungan dunia mulai tidak bersahabat, krisis air dan krisis energi, illegal logging, desainer interior mau tak mau menyesuaikan dengan program-program pemerintah dan PBB mereka akan diarahkan menjadi: Lighting Consultant Accoustic Consultant Graphic Designer Color Schemer Professional Consultant CAD Ilustrator Art Decorator Product Designer Landscape Designer Instalation Management Yang mana muaranya kepada perbaikan fasilitas, kualitas lingkungan untuk mendukung penghematan Energi sesuai dengan himbauan dunia.
Subscribe to:
Posts (Atom)
